Evolusi Batik

Sep 27 , 2018

Kravasia Admin

Evolusi Batik

Seiring perkembangan zaman, batik telah berevolusi, baik motif maupun kegunaannya. Beberapa motif batik pernah menjadi simbol khusus Keraton yang hanya boleh digunakan oleh keluarga Sultan, misalnya parang barong. Pola-pola tradisional seperti parang rusak dan semen masih dibuat, bersamaan dengan pola dan motif baru yang berkembang mengikuti tren. Beberapa pola baru menggambarkan elemen-elemen lingkungan, misalnya batik Indramayu dan Lasem yang menggunakan pola flora dan fauna laut. Kegunaan batik pun berevolusi, dari sebelumnya khusus untuk acara resmi, kini banyak untuk kegiatan rutin sehari-hari.
Sejalan dengan perkembangan industri batik yang kian pesat, pengetahuan tentang simbolisme batik sayangnya justru semakin terkikis, sehingga perlu dilestarikan melalui pendidikan. Kemampuan pengrajin batik untuk menciptakan motif juga dinilai berkurang, sehingga batik saat ini lebih banyak menggunakan motif yang sudah ada.
Budaya tak benda warisan manusia adalah faktor penting dalam memelihara keberagaman budaya dunia di tengah maraknya arus perubahan. Di tengah derasnya arus produksi dan konsumsi batik, kita perlu memelihara makna batik sebagai warisan budaya bangsa, dan bukan produk masal semata. Banyaknya pemakaian batik secara komersil dapat membuat masyarakat terjebak dalam pemahaman sempit yang mengecilkan makna dari tradisi batik. Di sisi lain, tingginya ketersediaan batik dapat dimanfaatkan untuk memaknai esensi budaya batik yang kaya akan simbol dan filosofi. Hal ini menjadi penting karena pemahaman yang kita miliki akan kembali diteruskan kepada generasi yang akan datang, dan menjadi bekal untuk melestarikan batik sebagai budaya warisan manusia yang berasal dari Indonesia.
source: kumparan.com