Shopping Cart

0

Your shopping bag is empty

Go to the shop
Close

Mengenal Kain Lurik

By: :Kravasia Admin 0 comments
Mengenal Kain Lurik

Berasal dari bahasa Jawa “Lorek” yang berarti garis-garis yang melambangkan kesederhanaan, Lurik pada awalnya biasa dibuat sebagai selendang dan digunakan sebagai kemben (kain penutup dada wanita). Pada awalnya motif lurik masih sangat sederhana dengan warna hitam, putih atau keduanya digabungkan dan biasa hanya digunakan sebagai kebaya bagi para wanita atau sorban untuk pria.

Berbagai Macam Kain Lurik

Pada dasarnya kain lurik hanya memiliki motif garis-garis biasa, tapi memiliki corak yang bervariasi. Seperti corak Solo klenting kuning, Sodo sakler dan lasem, namun seiring berkembangnya zaman banyak motif-motif baru yang bermunculan seperti motif Yuyu sekandang dan sulur ringin. Salah satu motif baru kain lurik adalah motif hujan gerimis, tenun ikat dan dam mimi. Selain itu juga seiring berjalannya waktu, banyak motif lurik tradisional yang dikombinasikan dan divariasikan dengan warna yang sedang tren saat ini.

Perkembangan Lurik Saat ini

Dengan semakin berkembangnya dunia fashion, sentuhan modern pada lurik juga ikut berkembang tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya. Jika dahulu lurik hanya digunakan sebagai kemben atau sorban, sekarang lurik dapat dimodifikasi menjadi outer untuk digunakan ke acara-acara penting ataupun hanya untuk digunakan ke kantor.

Juga dengan dimodifikasinya kain lurik dan digabungkan dengan bahan-bahan yang lebih modern oleh banyak perancang busana menjadikan berbagai karya dari kain lurik yang sangat menarik. Selain itu dengan berbagai modifikasi hasil penggabungan budaya tradisional dan modern pada lurik, saat ini kain lurik juga menjadi komoditas bisnis yang berkembang dan menjanjikan di kalangan pengusaha tekstil.

Related post