The Majestic of Tenun Nusantara

Sep 24 , 2018

Kravasia Admin

The Majestic of Tenun Nusantara

Selain batik, Indonesia juga terkenal dengan tenunnya yang beragam. Dari dulu hingga saat ini, tenun masih dibuat dengan alat yang tradisonal karena kalau dengan mesin hasilnya tidak akan maksimal.

Tenun merupakan Etnic Craft yang teknik pembuatan kain nya dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya.

Keberadaan Kain Tenun tradisional Indonesia diperkirakan telah berkembang sejak masa Neolitikum (Prasejarah). Hal ini diperkuat dengan temuan benda-benda prasejarah prehistoris yang berusia lebih dari 3.000 tahun. Bekas-bekas peninggalan berupa teraan (cap) tenunan, alat untuk memintal, kereweng-kereweng bercap kain tenun dan bahan tenunan kain dari kapas tersebut ditemukan pada situs Gilimanuk, Melolo, Sumba Timur, Gunung Wingko, dan Yogyakarta. Dalam prasasti Jawa Kuno terdapat istilah-istilah yang memberikan gambaran tentang adanya aktifitas pertenunan di masa lalu diantaranya tulisan “putih hlai 1 (satu) kalambi” yang dapat diartikan sebagai kain putih satu helai dan baju pada prasasti Karang Tengah berangka tahun 847 (kol. Mus Nas No D 27), istilah “makapas” atau madagang kapas pada prasasti Singosari tahun 929 M (kol. Mus Nas No 88), serta kata pawdikan yang berarti pembatik atau penenun pada prasasti “Baru” tahun 1034 M. Bukti lain dari adanya aktivitas menenun dimasa lalu adalah relief “wanita sedang menenun” yang dipahatkan pada umpak batu abad 14 dari daerah Trowulan, Jawa Timur serta cerita rakyat Indonesia yang mengangkat tema pertenunan. Salah satunya adalah legenda Sangkuriang. Dalam cerita tersebut, Dayang Sumbi digambarkan sebagai sosok wanita yang sangat mahir menenun. Berbeda dengan teknik menenun yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah Indonesia bagian Timur, para penenun di Jawa-Bali biasa menggunakan alat tenun bernama cacak yang ditempatkan pada sebuah “amben” atau balai-balai dari bahan bambu. Cacak merupakan dua buah tiang pendek yang diberi belahan untuk menempatkan papan guna menggulung benang yang akan ditenun. Meski corak yang ditampilkan dan teknik pembuatan kain tenun pada tiap-tiap daerah berbeda-beda namun secara keseluruhan kain tenun dapat difungsikan sebagai alat transaksi (barter), mahar dalam perkawinan, serta bahan pakaian sehari-hari maupun busana dalam pertunjukan tari dan upacara adat.

Dan ini adalah macam-macam kain tenun yang terdapat di Indonesia yang harus kamu tahu! Apa saja ya?

1. Tenun Ulos
Kain ini adalah satu busana khas Indonesia,secara turun temurun ulos dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera utara.

2. Tenun Gringsing 
Kain gringsing adalah satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik teknik dobel ikat dan memerlukan waktu 2-5 tahun. Kain ini berasal dari Desa Tenganan, Bali.

3. Tenun Sumba
Tenun sumba adalah salah satu bentuk seni kerajinan yang dihasilkan oleh kum perempuan dari sumba,NTT. Kerajinan tenun itu berupa sehelai kain yang penuh hiasan dekoratif yang indah, dengan disain menarik, komposisi harmonis, dan bentuk-bentuk ragam hiasnya mempunyai karakteristik tersendiri.

4. Tenun Lurik
Berbagai penemuan sejarah memperlihatkan bahwa kain tenun lurik telah ada di Jawa sejak zaman pra sejarah. Ini dapat dilihat dari berbagai prasasti yang masih tersisa, misalnya Prasasti peninggalan zaman Kerajaan Mataram (851 – 882 M) menunjuk adanya kain lurik pakan malang. Prasasti Raja Erlangga dari Jawa Timur tahun 1033 menyebutkan kain tuluh watu, salah satu nama kain lurik. Dan lebih memperkuat pendapat bahwa tenun telah dikenal lama di Pulau Jawa adalah  pemakaian kain tenun pada arca-arca dan relief candi yang tersebar di Pulau Jawa.

5. Tenun Toraja
Kain Tenun Toraja merupakan Simbol yang khas keterikatan manusia dengan alam dan lingkungannya dan salah satu warisan leluhur yang masih di jaga kelestariannya sampai saat ini.Kain tenun memegang peranan penting dalam berbagai upacara adat, juga berfungsi sebagai simbol kemakmuran dan kejayaan. 

6. Tenun Ikat Troso
Tenun ikat troso atau kain ikat troso adalah kriya tenun Jepara tepatnya dari Desa Troso dan berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan atau benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Alat tenun yang dipakai adalah alat tenun bukan mesin.

7. Tenun Buna Insana
Kain Tenun asal  NTT ini adalah kain tenun full handmade dengan warna yang yang indah dan full colour sangat cocok dijadikan sebagai tas tenun buna, baju tenun atau tas dan aneka sovenir lainnya.

 
Tenun ini juga cocok banget untuk berbagai macam model dan desain. Kamu bisa memiliki koleksi eksklusif Tenun terbaru hanya di Kravasia.

Klik link ini untuk mendapatkan Tenun kesukaan kamu : https://kravasia.com/search?type=product&q=tenun

Sumber Foto : Pinterest